iKINFOBI$ KAJIAN
Rabu, 04 Oktober 2017

MAKNA AYAT: MAKA NIKMAT RABBMU CERITAKANLAH

🔰|| ﷽ ||🔰KAMIS | 15 MUHARRAM | 1438 H
__________________________
  ●┈»•✽ஜ۩۞۩ஜ✽•«̶┈●

MAKNA AYAT: MAKA NIKMAT RABBMU CERITAKANLAH

معنى آية : وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

قال تعالى: وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ، فإذا كان الإنسان لديه القدرة على العيش في رغد فهل ينطبق عليه هذه الآية الكريمة . . وما معنى: وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ؟

معنى الآية: إن الله أمر النبي صلى الله عليه وسلم أن يتحدث بنعم الله ، فيشكر الله قولا كما يشكره عملا، فالتحدث بالنعم كأن يقول المسلم : إننا بخير والحمد لله ، وعندنا خير كثير ، وعندنا نعم كثيرة ، نشكر الله على ذلك .

لا يقول نحن ضعفاء، وليس عندنا شيء . . لا . بل يشكر الله ويتحدث بنعمه، ويقر بالخير الذي أعطاه الله، لا يتحدث بالتقتير كأن يقول: ليس عندنا مال ولا لباس . . ولا كذا ولا كذا لكن يتحدث بنعم الله، ويشكر ربه عز وجل.

والله سبحانه إذا أنعم على عبده نعمة يحب أن يرى أثرها عليه في ملابسه وفي أكله وفي شربه، فلا يكون في مظهر الفقراء، والله قد أعطاه المال ووسع عليه، لا تكون ملابسه ولا مآكله كالفقراء، بل يظهر نعم الله في مأكله ومشربه وملبسه. ولكن لا يفهم من هذا الزيادة التي فيها الغلو، وفيها الإسراف والتبذير.

   •┈┈┈┈••◈❃📚❃◈••┈┈┈┈•

❂Pertanyaan:

Apabila seseorang memiliki kemampuan hidup penuh kenyamanan apakah berlaku atasnya ayat yang mulia ini..

  وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّث ۝ْ ﴿

(Artinya) "Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)".

dan apakah makna ayat tersebut?

❂Jawaban:

Makna ayat tersebut bahwasanya Allah ﷻ telah memerintahkan Nabi ﷺ untuk mengucapkan segala nikmat Allah ﷻ, sebagai wujud syukur kepada Allah ﷻ dengan ucapan sebagaimana halnya bersyukur kepada Allah ﷻ (dapat dilakukan) dengan perbuatan, sehingga menceritakan segala nikmat seperti ucapan seorang muslim;

"Kami dalam keadaan baik Alhamdulillah, (dan) disisi kami kebaikan yang banyak dan kenikmatan yang banyak, kami bersyukur kepada Allah ﷻ akan hal itu".

  (Hendaknya) dia tidak mengatakan kami orang yang lemah, tidak memiliki apa-apa ..tidak , melainkan dia bersyukur kepada Allah ﷻ dengan menceritakan nikmat²-Nya dan menetapkan kebaikan yang telah Allah ﷻ berikan, tidak bercerita dengan pelit seperti dia mengatakan;

"Kami tidak memiliki harta dan pakaian ini dan itu".

Akan tetapi hendaknya dia menceritakan nikmat² Allah ﷻ dan mensyukuri Rabb nya -Azza wa Jalla-

  Dan apabila Allah -Subhanahu- telah memberikan nikmat atas hambanya dengan sebuah nikmat, Dia-pun cinta/ridha melihat nikmat yang membekas atas hambanya pada pakaiannya, makanannya, dan minumannya.

Maka tidak selayaknya dia berpenampilan (seperti penampilannya) orang faqir, sedangkan Allah ﷻ telah memberinya harta dan melapangkan (rezeki) atasnya, tidak selayaknya pakaian dan makanannya (terlihat) seperti para fuqara, bahkan dia menampilkan nikmat² Allah ﷻ pada makanan, minuman dan pakaiannya.

Akan tetapi kelebihan ini tidak dipahami sebagai bentuk tindakan yang terdapat padanya sikap melampaui batas, tindakan yang berlebih²an dan menghambur-hamburkan (harta) secara boros.
____________________________

👤 al'Allamah Syaikh bin Baaz -رحمه الله-
🌐 http://www.binbaz.org.sa/fatawa/32
🇲🇨🖊Mutarjim: @ahan1f  -حفظه الله-
════ ❁✿❁ ═════════════════
💬 Telegram ¶ @infommskendari


Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam.”
(HR. al-Bukhari no. 6475 dan Muslim no. 48)

Jangan Memberikan Komentar Jika Foto Anda Menggunakan Gambar Makhluk Atau Komentar Anda Mengandung Unsur Smiley !