HUKUM MEMAKAI BIJI-BIJI TASBIH
✍🏻 As-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah
📪 Telah ditanya Imam, Mujahid Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah :
✋🏻 Banyak manusia memakai biji-biji tasbih sehingga hal ini dianggap sunnah menurut sebagian mereka. Apakah ada dalil yang membolehkan memotongnya?
🔓 Beliau menjawab: Bolehkah memotongnya? Hal ini tidak pernah ada di zaman Rasullah, akan tetapi ada riwayat beberapa hadits tentang inkarul mungkar. Karena biji tasbih ini termasuk kemungkaran dan termasuk bidah dan kesesatan, karena itu adalah syiar-syiarnya orang hindu, dan termasuk syiar-syiarnya orang nasrani. Maka para pendeta dan ahli ibadahnya orang hindu merekalah yang memakainya, lalu orang-orang sufi dan rafidhah mengambil ini dari mereka, sebagaimana mereka telah mengambil dari mereka banyak dari masalah akidah dan manhaj yang rusak.
💥 Dan saya melihat ini pada orang nasrani, dan saya melihat ini pada ahli ibadah orang hindu, lalu ahli bid'ah memang mengambil musibah ini dari mereka.
🌺 Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menghitung tasbih dengan tangan kanan beliau. Dan beliau adalah teladan bagi orang yang mengharapkan (ridha) Allah dan perjumpaan dengan hari akhir dan banyak berdzikir kepada Allah. Dalam keadaan beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
((من أحدث في أمرنا هـٰذا ما ليس منه فهو ردٌّ))
⭕ "Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan kami ini apa yang bukan darinya maka hal itu tertolak."
Dan beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:
((كل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النَّار ))
⭕ "Setiap yang diada-adakan (dalam urusan agama) itu bidah, dan setiap bidah itu sesat, dan setiap kesesatan itu di neraka."
⚠ Maka janganlah engkau menghitung tasbih kecuali dengan tangan kananmu. Bagaimana engkau meninggalkan tangan ini yang akan bersaksi untukmu pada hari kiamat?
﴿يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ﴾ ﴿النُّور : 24﴾.
⭕ "Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan". (QS An-Nuur 24)
☝🏻 Ini akan bersaksi membelamu atau bersaksi menghujatmu, maka jadikanlah ia bersaksi untuk membelamu, engkau bertasbih pada Allah dengannya, bertakbir, bertahlil dan bertahmid dengan tanganmu, hitunglah itu dengannya!
Paling banyaknya bilangan seratus, semuanya bisa engkau hitung dengan tanganmu. Di sana tidak ada pendorong untuk memakai biji tasbih kecuali karena taqlid (fanatik) buta. Jika engkau melihat seseorang yang menerima nasihat darimu, maka nasihatilah dia. Barakallahu fiikum.
📂 Majmu' fatawa war rasaail 15/485,486.
📚 Sumber : http://cutt.us/WRFgL
🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/hukum-memakai-biji-tasbih/
📠 Dikutip dari channel @ForumSalafy
🚀 Dipublikasikan oleh:
👉🏿 http://bit.ly/telegramTIC
👉🏿 http://bit.ly/websiteTIC
📚 WA Tholibul Ilmi Cikarang
••——————————————————••
24 Dzulqodah 1438 H / 17 Agustus 2017 M
______________________________
🔬⚠SEPUTAR HUKUM MENGGUNAKAN BIJI 'TASBIH' DALAM BERDZIKIR 🚫
⚠Hukum berdzikir dengan Tasbih, ada Tafshil-nya (perinciannya):
1. Menggunakannya dengan keyakinan tertentu, seperti adanya keutaman tersendiri disaat menggunakannya. Maka hal ini termasuk Bid'ah.
2. Tidak ada keyakinan tertentu, hanya untuk memastikan jumlah Dzikir.
🔬Maka dalam hal ini ada perselisihan:
A. Mubah, ini pendapat Asy-Syaikh Utsaimin.
B. Makruh, ini pendapat Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad.
C. Bid'ah, ini pendapat Asy-Syaikh Al-Albani.
Dan mereka semua telah bersepakat bahwa yang sempurna adalah, berdzikir dengan menggunakan tangan.
📚 Faidah:
Asy-Syaikh Albani & Asy-Syaikh Bakr menyebutkan bahwasanya jumlah Dzikir terbanyak yang ada di dalam sunnah As-Shohihah ialah 100, dan menghitung jumlah ini dengan jari jemari tangan sangatlah mudah, bagi orang yang terbiasa.
Maka pendapat yang rojih adalah pendapatnya Asy-Syaikh Albani, dengan berdalil:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik, bagi kalian (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah"
[QS.Al-Ahzab: 21]
Dan tidak ada satupun dari Sahabat Nabi Radliallahu'anhuma yang berdzikir dengan menggunakan Tasbih.
📝 [Ditulis oleh Abdurrahman Muhammad Bawazir~via WhatsApp Salafy Lintas Negara]
👉 Semoga kita selalu mendapatkan taufiq dari Allah Ta'ala agar senantiasa kokoh diatas Sunnah. Dan Semoga bermanfaat. Wallaahu a'lam.
_______________________
Catatan:
(Pesan ini disebarluaskan oleh BB Dakwah Ahlussunnah)
www.forumdakwahahlussunnah.com
📠 Dikutip dari channel @Riyadhussalafiyyin
🚀 Dipublikasikan oleh:
👉🏿 http://bit.ly/telegramTIC
👉🏿 http://bit.ly/websiteTIC
📚 WA Tholibul Ilmi Cikarang
______________________________
24 Dzulqodah 1438 H / 17 Agustus 2017 M
📚 http://bit.ly/telegramTIC 📚
——————————————————
Thalab Ilmu Syar'i [Audio]:
➖Tanya Jawab➖➖➖
☝️Cara menghitung ketika dzikir setelah shalat
🌎http://www.thalabilmusyari.web.id/2016/10/cara-menghitung-ketika-dzikir-setelah.html
❓Tanya:
Apa hukum bagi seorang yang berdzikir ketika selesai mengerjakan shalat fardhu dengan menggunakan ruas jari-jemari pada tangan?
⭕️Jawab:
💺Oleh Al Ustadz Abu Muawiyah Askary hafizhahullah
📌Yang diterangkan oleh para ulama, hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud:
كَانَ يَعْقِدُ, كَانَ يَعْقِدُ بيمينه
"Bahwa nabi 'alaihi shallatu wasallam ya'qid berakad dengan tangannya, dalam riwayat yang lain dengan tangan kanannya ketika berdzikir"
📎Yang menunjukkan bahwa yang afdhal seorang berdzikir dengan tangan, tidak dengan menggunakan biji-bijian tasbih. Yang sunnah, yang diamalkan oleh nabi 'alaihi shallatu wasallam dengan tangan. Dan yang disebutkan oleh para ulama, 'aqd (عقدالتسبيح), yaitu dengan jari. Bukan dengan ruas jari, tapi dengan jari.
📄Disebutkan oleh para ulama, Shan'ani rahimahullah dan oleh yang lainnya, itu ada metode perhitungan yang ma'ruf di kalangan mereka. Hitungan satu, hitungan dua, hitungan tiga, itu ada metodenya. Namun intinya bahwa ketika mereka menghitung, itu dengan menggunakan jari-jari tersebut. Wallahu ta'ala a'lamu bishawab.
📥🔊Download Audio disini (https://drive.google.com/file/d/0B2pKyas3e1SFTEg4Y0lCTHh0emc/view?usp=sharing)
🛰 *ĎĮ ҎỖŜŤĮŇĞ ỤĹÃŇĞ ỖĹẸĤ* :
________________________________
Sabtu, 19 Agustus 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam.”
(HR. al-Bukhari no. 6475 dan Muslim no. 48)
Jangan Memberikan Komentar Jika Foto Anda Menggunakan Gambar Makhluk Atau Komentar Anda Mengandung Unsur Smiley !