🔰|| ﷽ ||🔰AHAD | 19 DZULHIJJAH | 1438 H
____________________________
●┈»•✽ஜ۩۞۩ஜ✽•«̶┈●
📎HADIAH PERLOMBAAN PADA ACARA-ACARA BID'AH
89743: جوائز المسابقات في المناسبات البدعية
۞الســـ↶ــؤال:
فى مساجدنا تقام بالمناسبات الدينية ( شهر رمضان ، ذكرى مولد النبي عليه الصلاة والسلام.....) مسابقات حول هذه المناسبات ، فتقدم جوائز . فهل يجوز أخذ هذه الجوائز ؟
تم النشر بتاريخ: 2007-04-02
الحمد لله
۞الجـــ↶ــواب :
أولا :
الأعياد والمناسبات التي ترد على أمة الإسلام معدودة معروفة جاء الشرع ببيانها وحث الناس على الاعتناء بها ، من ذلك مواسم الخير في رمضان والأعياد وعشر ذي الحجة والمحرم ، ونحوها ، وليس منها يوم المولد النبوي ، إذ لم تأت النصوص بتخصيص ذلك اليوم بشعيرة أو عبادة أو احتفال ، بل لم يعتبره الصحابة ولا التابعون ولا من بعدهم ، فمن نسب إليه شيئا من الشرعية فقد ابتدع وأحدث في الدين ما ليس منه ، وقد سبق في موقعنا بيان بدعة الاحتفال بالمولد النبوي .
انظر جواب السؤال رقم (5219) ، (10070) ، (13810) ، (20889) ، (70317)
ثانيا :
لا شك أن عمل المسابقات في ذلك اليوم هو من إحيائه والاحتفال به ، وهو نوع من جعله عيدا ، فلا يجوز المشاركة في أي مسابقة تقام بمناسبة مبتدعة ، وإلا كان المشارك فيها مبتدعا أيضا ، نسأل الله السلامة والعافية .
جاء في "فتاوى اللجنة الدائمة" (3/25) :
" ما ترون أبقاكم الله عونًا للأمة الإسلامية في تعطيل المدارس والمعامل ، أو إلقاء الخطب والمحاضرات والمواعظ ونحوها كما هي الحال عندنا في أفريقيا بمناسبة المولد النبوي الشريف ؟
فكان الجواب :
الاحتفال بالمولد والتعطيل من أجله بدعة ؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم لم يفعله ولا أصحابه رضي الله عنهم ، وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم : ( من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد ) " انتهى .
ثالثا :
أما المناسبات الشرعية ، مثل شهر رمضان وغيره ، فإن المشروع بل المستحب تذكير الناس بها ، وتعريفهم بفضائلها وما يستحب فيها من أعمال ، وما يكتب فيها من أجور ، وإقامة الدروس والندوات هي خير طريق لتعليم الناس كيف يحيون مواسم الخير الشرعية .
ومن وسائل إحياء المناسبات الشرعية إقام المسابقات العلمية ومسابقات حفظ القرآن في هذا الموسم الشريف ، حيث يقبل الناس فيه على الله تعالى ، ويجتهدون في تلاوة القرآن الكريم وحفظه وتعلم أحكام الدين ، فلا بأس بإقامة هذه المسابقات والمشاركة فيها إن شاء الله تعالى .
رابعا :
قد سبق في موقعنا بيان حكم وضع الجوائز في المسابقات المختلفة ، وأن الصحيح جوازه إذا كانت المسابقة فيها من الخير والفائدة الدينية أو الدنيوية ، بل نص الأحناف في مذهبهم على خصوص جواز العوض في مسابقات العلم والحساب .
جاء في "الفتاوى الهندية" (5/324) :
" إذا قال واحد من المتفقهة لمثله : تعال حتى نطارح المسائل ، فإن أصبتَ وأخطأتُ أعطيتُك كذا ، وإن أصبتُ وأخطأتَ فلا آخذُ منك شيئا ، يجب أن يجوز " انتهى .
وانظر "رد المحتار" (6/404)
والله أعلم .
•┈┈┈┈••◈❃✹✿❒❉❒✿✹❃◈••┈┈┈┈•
❂Pertanyaan:
Di masjid kami di adakan beberapa kegiatan keagamaan (pada bulan Ramadhan, peringatan maulid Nabi –shallAllohu ‘alaihi wa sallam-) dengan beberapa perlombaan, dan disediakan beberapa hadiah, apakah boleh mengambil hadiah tersebut ?
Published Date: 2015-01-29
❂Jawaban:
Alhamdulillah
》Pertama:
Hari raya dan beberapa kegiatan lainnya yang dilakukan oleh umat Islam sudah disiapkan dan diketahui yang telah dijelaskan oleh syari’at dan menyuruh manusia untuk memperhatikannya, di antaranya adalah musim kebaikan pada bulan Ramadhan, hari raya, dan pada tanggal 10 Dzul Hijjah, dan lain sebagainya. Tidak ada peringatan maulid Nabi; karena tidak ada riwayat yang mengkhususkan hari tersebut dengan melakukan syi’ar, ibadah atau perayaan, bahkan tidak dilakukan oleh para sahabat dan para tabi’in dan generasi setelah mereka. Barang siapa yang menisbahkan hal tersebut termasuk bagian dari syari’at maka dia telah melakukan bid’ah dan mengada-ngada dalam agama. Telah dijelaskan pada website kami tentang bid’ah peringatan maulid Nabi, silahkan anda membaca jawaban soal nomor: 5219, 10070, 13810, 20889 dan 70317.
》Kedua:
Tidak diragukan lagi bahwa diadakannya perlombaan pada hari tersebut merupakan rangkaian acara peringatan dan menghidupkan maulid Nabi tersebut, hal tersebut dijadikan semacam hari raya, maka tidak boleh mengikuti kegiatan tersebut, pada perlombaan apapun yang didasarkan pada perbuatan bid’ah, kalau tidak maka peserta yang ikut pada perlombaan tersebut juga sebagai pelaku bid’ah, semoga Alloh memberikan keselamatan kepada kita semua.
Disebutkan dalam fatwa Lajnah Daimah (3/25):
“Apa pendapat anda –semoga Alloh menjaga anda semua- bahwa umat Islam ada yang meliburkan sekolah-sekolah dan perusahaan-perusahaan atau diadakan acara ceramah, taligh dan nasehat atau semacamnya sebagaimana yang terjadi di negara kami di Afrika yang bertepatan dengan maulid Nabi yang mulia ?”
Mereka menjawab:
“Memperingati maulid Nabi dan menjadikannya sebagai hari libur adalah bid’ah; karena Nabi –shallAllohu ‘alaihi wa sallam- tidak pernah melakukannya, demikian juga para sahabat beliau –radhiAllohu ‘anhum-, Nabi –shallAllohu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda:
)من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد )
“Barang siapa yang berbuat sesuatu yang baru pada urusan kami (agama) ini, yang sebenarnya bukan darinya, maka hal itu akan ditolak”.
》Ketiga:
Adapun kegiatan-kegiatan yang disyari’atkan seperti pada bulan Ramadhan atau yang lainnya, maka memang disyari’atkan dan disunnahkan agar umat Islam diingatkan dengan kegiatan tersebut, mengenalkan keutamaannya, apa saja yang disunnahkan untuk dilakukan, apa saja pahala yang akan diraih, mengadakan kajian dan seminar, hal ini adalah sebaik-baik cara untuk mengajarkan kepada banyak orang bagaimana cara menghidupkan musim kebaikan yang disyari’atkan tersebut.
Dan di antara sarana untuk menghidupkan kegiatan-kegiatan yang disyari’atkan adalah dengan mengadakan perlombaan ilmiyah, lomba menghafal al Qur’an pada bulan tersebut pada saat manusia semua mendekat kepada Alloh –Ta’ala-, berusaha untuk membaca al Qur’an dengan sungguh-sungguh, menghafalnya, memperlajari hukum-hukum agama, maka tidak masalah mengadakan beberapa perlombaan semacam itu dan ikut serta di dalamnya insya Alloh.
》Keempat:
Telah dijelaskan sebelumnya pada website kami, tentang hukum memberikan hadiah pada beberapa perlombaan yang bermacam-macam, bahwa hukum yang tentang hadiah adalah boleh, jika perlombaan tersebut mengandung kebaikan, manfaat kegamaan atau manfaat duniawi, bahkan Hanafiyah menyebutkan dalam madzhab mereka secara khusus dibolehkannya hadiah pada perlombaan dalam hal keilmuan dan hitung-hitungan.
Disebutkan dalam Fatawa Hindiyah (5/324):
“Jika salah seorang dari ahli fikih berkata: “Kemarilah kita akan membahas beberapa masalah, jika anda benar dan saya salah maka saya akan memberi anda sekian sekian, dan jika saya benar dan anda salah, maka saya tidak akan mengambil apapun dari anda, maka wajib untuk dibolehkan”.
Baca juga : Raddul Muhtar (6/404)
Wallahu A'lam.
______________________________
🌐 https://islamqa.info/ar/89743
════ ❁✿❁ ═════════════════
🌍 Web ¶ infobiskajian.blogspot.com
💬 Telegram ¶ @infommskendari
🔃 Join ¶ goo.gl/u3aQD1
Minggu, 10 September 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam.”
(HR. al-Bukhari no. 6475 dan Muslim no. 48)
Jangan Memberikan Komentar Jika Foto Anda Menggunakan Gambar Makhluk Atau Komentar Anda Mengandung Unsur Smiley !