iKINFOBI$ KAJIAN
Kamis, 21 September 2017

SHOLATNYA ORANG YANG SALAH MEMBACA ALFATIHAH

🔰|| ﷽ ||🔰RABU | 29 DZULHIJJAH | 1438 H
____________________________
  ●┈»•✽ஜ۩۞۩ஜ✽•«̶┈●

📎KESALAHAN KETIKA MEMBACA ALFATIHAH DALAM SHOLAT
[مَسْأَلَةٌ صَلَاةُ مَنْ يَلْحَنُ فِي الْفَاتِحَةِ]

سُئِلَ شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله:

هَلْ مَنْ يَلْحَنُ فِي الْفَاتِحَةِ تَصِحُّ صَلَاتُهُ أَمْ لَا ؟

فأجاب:

أَمَّا اللَّحْنُ فِي الْفَاتِحَةِ الَّذِي لَا يُحِيلُ الْمَعْنَى فَتَصِحُّ صَلَاةُ صَاحِبِهِ، إمَامًا أَوْ مُنْفَرِدًا،

مِثْلَ أَنْ يَقُولَ: رَبِّ الْعَالَمِينَ وَالضَّالِّينَ وَنَحْوِ ذَلِكَ.

وَأَمَّا مَا قُرِئَ بِهِ مِثْلُ: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبَّ، وَرَبِّ، وَرَبُّ.

وَمِثْلُ الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدِ لِلَّهِ، بِضَمِّ اللَّامِ، أَوْ بِكَسْرِ الدَّالِ. وَمِثْلُ عَلَيْهِمْ، وَعَلَيْهِمْ،

وَعَلَيْهِمْ.

وَمِثْلُ ذَلِكَ، فَهَذَا لَا يُعَدُّ لَحْنًا.

وَأَمَّا اللَّحْنُ الَّذِي يُحِيلُ الْمَعْنَى: إذَا عَلِمَ صَاحِبُهُ مَعْنَاهُ مِثْلُ أَنْ يَقُولَ:

(صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتُ عَلَيْهِمْ) وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّ هَذَا ضَمِيرُ الْمُتَكَلِّمِ، لَا تَصِحُّ صَلَاتُهُ،

وَإِنْ لَمْ يَعْلَمْ أَنَّهُ يُحِيلُ الْمَعْنَى وَاعْتَقَدَ أَنَّ هَذَا ضَمِيرُ الْمُخَاطَبِ فَفِيهِ نِزَاعٌ، وَاَللَّهُ أَعْلَمُ.

الفتاوى الكبرى (١٨٥/٢).
•┈┈┈┈••◈❃📚❃◈••┈┈┈┈•

❂Pertanyaan:

Apakah orang yang melakukan kesalahan dalam membaca surah al-fatihah shalatnya sah ataukah tidak?

❂Jawaban:

Adapun kesalahan membaca surah alfatihah yang tidak merubah makna maka shalatnya tetap sah, baik ketika dibaca sebagai imam ataupun sendiri, misalnya ia salah dalam mengucapkan 'Rabbil 'Aalamiin, adh Dhaaliin', dan sebagainya. Adapun ketika dibaca misalnya,

'Alhamdulillahi Rabba, Rabbi, Rabbu' (kesalahannya berulang) atau misalnya membaca Alhamdulillahi dengan Alhamdilillahi, dengan mendhommah huruf lam, atau mengkasrah hruf dal, contoh lainnya membaca 'alaihim' dengan 'wa'alaihim' dan contoh semisalnya maka tidak boleh mengulang kesalahan

Adapun kesalahan membaca yang merubah makna, jika seorang yang melakukannya mengetahui maknanya (sengaja) contoh ketika membaca,

﴾ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِم ﴿
('Shirotholladziina An'amta alaihim')
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; ..

dia membacanya,

'Shirotholladziina An'amtu alaihim' dalam keadaan dia mengetahui bahwa kata yang dia ucapkan tersebut adalah kata ganti orang pertama (An'amtu=saya) maka tidak sah sholatnya,

Namun Jika dia tidak ketahui bahwa hal itu merubah makna dan ia berkeyakinan yang dia ucapkan tersebut adalah kata ganti orang kedua (An'amta=engkau) maka padanya ada perselisihan ulama.

Wallohu 'Alam bish Showab
______________________________

👤Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah رحمه الله
📚【(al-Fatawa al Kubra: 2/185】
🇲🇨🖊Mutarjim: @ahan1f  -حفظه الله-
════ ❁✿❁ ═════════════════
💬 Telegram ¶ @infommskendari
🔃 Join ¶ goo.gl/u3aQD1


Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam.”
(HR. al-Bukhari no. 6475 dan Muslim no. 48)

Jangan Memberikan Komentar Jika Foto Anda Menggunakan Gambar Makhluk Atau Komentar Anda Mengandung Unsur Smiley !